SABURAILAMPUNG – Pemerintah Kabupaten Tanggamus, melalui Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DKPTPH) memperkuat langkah mitigasi kekeringan di sektor pertanian untuk mengantisipasi potensi fenomena El Nino pada 2026 melalui monitoring dan evaluasi (monev) di wilayah rawan. Senin, (27/04).
Sekretaris DKPTPH Tanggamus Rahmat Hidayat, mewakili Kepala dinas Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura, Alkat Alamsyah menyampaikan, diantisipasi yang dilakukan, dengan mengoptimalkan pompa-pompa air (Pompanisasi) yang telah dibagikan kepada petani (Gapoktan) tahun 2024-2025 serta perbaikan kembali irigasi di setiap wilayah yang bakal dilanda El Nino, khususnya bagi tanaman yang masih berdiri atau dalam istilah teknis pertanian sering merujuk pada standing crop (tanaman tegak) yang sedang bertumbuh.
” Yang menjadi kekhawatiran adalah lahan-lahan sawah tadah hujan adalah tipe sawah yang sepenuhnya bergantung pada curah hujan untuk irigasi, bergantung pada musim hujan, jika curah hujan rendah, risiko gagal panen tinggi, inilah yang akan dimaksimalkan dengan adanya pompa air dengan mengambil air sungai disekitarnya,”ucapnya.
Selain itu pihaknya juga telah melakukan pengecekan irigasi pertanian di berbagai wilayah, ada beberapa irigasi lahan pertanian yang tengah diupayakan bantuan perbaikan kembali ke ke kementerian.
” Untuk wilayah yang terparah atau signifikan akan dampak dari El Nino seperti di, Kecamatan Pematang Sawa, Kecamatan Bulok, Pugung, Kelumbayan dan lainnya, sebab kondisi wilayah di masing-masing kecamatan berbeda, bukan berupa sawah hamparan ada juga yang disebut spot-spot/boloran.
Untuk yang model spot-spot hampir ada di setiap kecamatan di Kabupaten Tanggamus, sebab jika sawah hamparan memiliki irigasi khusus, seperti kecamatan Kelumbayan itu sawah tadah hujan.
- Untuk komoditas yang paling terdampak adalah padi ada sebagian kecil jagung, sebab tanaman yang sangat membutuhkan banyak air adalah padi, untuk jagung se-ekstrem apapun kondisinya akan tetap bertumbuh namun memiliki buah yang sangat kecil.
” Selain mengoptimalkan pompa air, DKPTPH Tanggamus juga akan melakukan perbaikan irigasi tersier ke pusat, irigasi tersier merupakan jaringan saluran air terakhir yang mendistribusikan air dari saluran sekunder langsung ke petak-petak sawah atau lahan pertanian, mudah-mudahan apa yang tengah kita ajukan ke pusat bisa terealisasi agar para petani kita tidak terdampak terlalu signifikan,”pungkas Rahmat Hidayat. (Rudi)








