SABURAILAMPUNG— Babak baru kepemimpinan Pekon Banjar Agung Kecamatan Limau dan Pekon Ulu Semong, Kecamatan Ulu Belu Kabupaten Tanggamus, resmi berganti, Bupati Tanggamus melakukan pelantikan keduanya, bertempat di Ruang Rapat Utama (Rupatama), sekretariat Kantor Bupati Tanggamus.
Selasa, (28/04).Dalam kegiatan Pemberhentian penjabat (PJ)Pekon dan pengangkatan Kepala Pekon pergantian antar waktu (PAW) Pekon Banjar Agung, Kecamatan Limau periode 2021-2029 dan pemberhentian kepala Pekon serta pengangkatan penjabat (PJ) kepala Pekon Ulu Semong Kecamatan Ulu Belu, Kabupaten Tanggamus.
Bupati Tanggamus Hi. Moh Saleh Asnawi, didampingi oleh Asisten I Ruly Runayunda, Kadis PMD Tanggamus Arvin, Kabag Hukum Arif Rahman, Kabid Tata Pemerintahan Pekon PMD Adi Nugroho, Kepala Pekon Penggantian Antar Waktu Banjar Agung, Limau Munzirin, Penjabat Kepala (PJ) Pekon Ulu Semong, Ulu Belu Enie Yusnita Linda.
Bupati Tanggamus Hi. Moh Saleh Asnawi dalam sambutannya, mengatakan menjadi Kepala Pekon adalah pengabdian, niatkan ibadah, untuk berbuat yang terbaik kepada warga masyarakat, tantangan Kepala Pekon saat ini sungguh berat,
dimana kondisi fiskal negara membuat anggaran ke daerah menurun, termasuk Dana Desa, hal ini, memaksa kita untuk merasionalisasi anggaran dan membatasi pembangunan infrastruktur fisik secara masif.
Namun, semua tidak boleh pasif dan menyerah dengan keadaan, penurunan anggaran ini adalah momentum untuk membuktikan kreativitas,
” Saya minta, cari sumber pendapatan pekon dengan menggali potensi pekon, maksimalkan potensi lokal (pariwisata dan pertanian), dorong penguatan BUMDes, sehingga tidak hanya bergantung pada dana transfer, terkait Kamtibmas di wilayah Pekon, saya minta agar keamanan di wilayah pekon terus dijaga dan ditingkatkan,
hidupkan kembali Pos-pos ronda dan siskamling di RT dan Dusun, sehingga tingkat keamanan dan kondusifitas wilayah tetap terjaga,”jelasnya.
Lanjutnya, ia berpesan agar kakon memastikan anggaran yang terbatas ini benar-benar menyentuh langsung kebutuhan dasar warga kita, dan Pelayanan publik jangan menurun, meski anggaran berkurang, sesuai dengan amanah yang diberikan, melaksanakan tugas-tugas pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan.
Turut menjaga situasi kondusif ditengah-tengah masyarakat, aktifkan partisipasi masyarakat dalam membangun dan menjaga Pekon, ciptakan semangat kebersamaan dan gotong royong ditengah-tengah masyarakat, ia mengingatkan kepada Kepala Kakon, agar menjaga nama baik dan etika selama menjabat.
” Jauhi hal-hal buruk yang dapat menimpa kinerja dari Kepala Pekon, tentunya tidak terlepas dari pemantauan dan kritikan dari berbagai pihak, terlebih saat ini, media sosial sering digunakan oleh masyarakat untuk mengkritik dan berkeluh kesah terhadap pelayanan dan pembangunan di pekon masing-masing, oleh karenanya, bekerjalah dengan baik, ikuti aturan dan selalu komunikasi dengan para tokoh dan elemen masyarakat,”tandas Saleh. (Rudi)








