Di era digital seperti sekarang, teknologi bukan lagi menjadi urusan kota besar saja. Pertanian pun mulai memasuki babak baru, di mana informasi, inovasi, dan solusi bisa diakses hanya melalui genggaman tangan.
Inilah semangat yang dibawa oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IPB University ke Pekon Kedamaian, Kecamatan Kota Agung, Kabupaten Tanggamus, Lampung, sebuah desa yang sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani.
Salah satu program kerja unggulan mahasiswa KKN-T IPB di lokasi ini adalah sosialisasi Digitani, sebuah aplikasi inovatif yang dikembangkan untuk menghubungkan petani dengan pakar pertanian IPB University secara langsung dan cepat.
Hanya dengan bermodalkan gawai atau ponsel pintar, petani dapat bertanya, berdiskusi, dan mendapatkan saran teknis dari tenaga ahli berpengalaman tanpa harus menunggu lama.
Pertanian di Pekon Kedamaian memiliki potensi besar berkat lahan yang subur dan masyarakat yang pekerja keras. Namun, tantangan yang dihadapi tidak sedikit.
Kurangnya akses informasi pertanian modern, metode budidaya yang masih konvensional, dan terbatasnya kesempatan untuk berkonsultasi langsung dengan pakar sering kali membuat petani kesulitan menemukan solusi tepat ketika menghadapi masalah di lapangan.
Selama ini, mereka harus menunggu kedatangan penyuluh lapangan yang jumlahnya terbatas dan tidak selalu bisa hadir saat dibutuhkan. Kehadiran Digitani menjadi jawaban bagi hambatan tersebut, karena petani kini dapat mengirim foto kondisi tanaman, menjelaskan permasalahan yang terjadi, dan mendapatkan solusi yang akurat tanpa harus menunggu berhari-hari.
Kegiatan sosialisasi Digitani dilaksanakan di salah satu rumah anggota kelompok tani bapak gunama dan dihadiri anggota kelompok tani dari lima dusun di Pekon Kedamaian.
Mahasiswa KKN-T memulai dengan memperkenalkan konsep Digitani, menjelaskan manfaatnya, dan menunjukkan bahwa aplikasi ini bukan sekadar teknologi, melainkan alat untuk meningkatkan produktivitas, mengurangi biaya, dan memaksimalkan hasil panen. Suasana semakin hidup ketika dilakukan simulasi langsung.

Petani dibimbing mengunduh aplikasi Digitani, membuat akun, dan mencoba berbagai fitur yang ada, mulai dari membaca artikel pertanian, menonton video tutorial, hingga mengajukan pertanyaan kepada pakar IPB.
Berbagai perangkat digunakan untuk mendukung kegiatan ini, seperti laptop, handphone, dan printer untuk mencetak panduan singkat yang dapat dibawa pulang.
Materi cetak bergambar juga disediakan agar petani yang belum terbiasa menggunakan teknologi tetap bisa memahami langkah-langkah penggunaannya.
Tantangan terbesar dalam kegiatan ini adalah rendahnya akses sebagian petani terhadap teknologi dan kurangnya minat untuk mencoba platform digital baru.
Untuk itu, mahasiswa KKN-T berusaha mendekati para petani secara personal, menyampaikan manfaat yang benar-benar relevan dengan kondisi mereka, melakukan simulasi nyata yang menunjukkan bagaimana Digitani bisa membantu masalah di lahan, serta memberikan pendampingan awal bagi mereka yang membutuhkan bimbingan lebih lanjut.
Dampak yang diharapkan dari kegiatan ini cukup besar. Dengan adanya Digitani, petani di Pekon Kedamaian dapat mengurangi biaya konsultasi dan perjalanan ke kota untuk bertemu pakar, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bertani, serta mulai mengadopsi teknologi pertanian terbaru demi hasil yang lebih baik. Lebih dari itu, program ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara IPB University di Bogor dengan masyarakat Lampung.
Inovasi yang lahir di kampus kini benar-benar hadir di tengah sawah, kebun, dan ladang, membawa angin segar bagi pertanian desa.
Antusiasme terlihat jelas dari para petani yang mengikuti sosialisasi ini. Beberapa di antaranya mengaku senang karena kini mereka bisa mendapatkan jawaban cepat ketika menghadapi kendala.
Seorang petani bahkan mengatakan bahwa biasanya ketika tanaman diserang hama, mereka hanya bisa menebak-nebak cara penanganannya. Kini, cukup dengan memotret tanaman dan mengirimkannya melalui Digitani, solusi bisa diperoleh dalam waktu singkat.
Kepala Pekon Kedamaian pun memberikan apresiasi kepada mahasiswa KKN-T IPB University yang telah membawa teknologi ini ke desa mereka. Menurutnya, inisiatif seperti ini sangat membantu petani agar tidak tertinggal perkembangan zaman.
Sosialisasi Digitani di Pekon Kedamaian membuktikan bahwa teknologi dapat menjadi solusi langsung bagi permasalahan pertanian di pedesaan.
Dengan dukungan mahasiswa KKN-T IPB University, petani kini memiliki akses ke pengetahuan dan solusi yang lebih cepat, murah, dan praktis.
Dari Bogor, lahir inovasi. Di Lampung, inovasi itu tumbuh dan memberi manfaat. Inilah langkah kecil yang diharapkan dapat membawa dampak besar bagi kemajuan pertanian di masa depan. (*)








