SABURAILAMPUNG — Pemkab Tanggamus melaksanakan Kegiatan MC 0, Serah Terima Lahan dan Peletakan batu Pertama Ground Breaking Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tahap II di TPI Pekon Tegineneng Kecamatan Limau.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Bupati Tanggamus Hi. Moh Saleh Asnawi, turut mendampingi Wakil Bupati Tanggamus Agus Suranto, Sekda Tanggamus Suaidi, Anggota DPRD Tanggamus Fraksi PAN Sumiyati, Kadis Perikanan Darma Setiawan, Wakil Ketua I TP-PKK Tanggamus Yeni Verawati, Perwakilan Kementerian PKP Pejabat Pembuat Komitmen Kampung Nelayan Merah Putih Yovan, serta perwakilan OPD Tanggamus. Jum’at, 16/01/2025.
Dalam sambutannya Ketua Pelaksanaan kegiatan yang disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Perikanan Tanggamus Darma Setiawan, menjelaskan bahwa pelaksanaan mutual chek nol persen (MC 0) dan peletakan batu pertama tertanda dimulainya pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih, program ini merupakan program strategis nasional.
Seiring dengan program pemerintah Tanggamus yaitu gerakan membangun pesisir Tanggamus (Gempita), sebagai wujud nyata program kegiatan sebagai misi dari Bupati Tanggamus dilakukan peletakan batu pertama program KNMP.
” Untuk diketahui Kecamatan Limau menjadi salah satu dari 100 kampung nelayan merah putih yang dilakukan pembangunannya dengan anggaran tahun 2025 oleh kementerian Kelautan dan Perikanan RI, satu yang kita laksanakan hari ini masih ada 8 titik lokasi lagi di wilayah kabupaten Tanggamus, yang tengah kita perjuangkan bersama, mudah-mudahan pada Tahun 2026 ini bisa terealisasi semuanya,”ucap Kadis Perikanan Tanggamus Darma Setiawan.
Sementara itu Bupati Tanggamus dalam sambutannya, mengatakan Kabupaten Tanggamus mempunyai wilayah yang lengkap karena terdiri dari wilayah darat dan laut, ada pegunungan, dataran tinggi, sampai pantai dataran rendah. Luas wilayah Tanggamus 4654,96 km, terdiri dari luas darat 2855,46 Km dan luas laut 1799,5 Km. Potensi sumberdaya alam yang berlimpah, turut | berkontribusi bagi perekonomian Tanggamus. Salah satunya Bidang Perikanan yang menjadi sektor pendukung perekonomian, ditunjukkan dengan produksi Perikanan Tangkap tahun lalu mencapai ‘ 45.487 ton/tahun.
Kecamatan Limau merupakan salah Satu wilayah pendukung di daerah pesisir yang cukup besar menyumbang produksi perikanan tangkap 5.444 ton/tahun. Jumlah nelayan daerah kita saat ini -+ 6.560 orang, kalau ditambah dengan keluarganya maka dipastikan akan ada puluhan ribu warga yang menggantungkan hidupnya dari hasil perikanan, baik laut dan darat. Maka produksi perikanan tangkap haruslah semakin ditingkatkan demi kesejahteraan mereka dan pemerintah fokus untuk memperbaiki sarana dan prasarana umum di wilayah mereka agar mereka fokus menjalani profesinya.
” Kegiatan yang kita lakukan ini sejalan dengan Program GEMPITA (Gerakan Membangun Masyarakat Pesisir Tanggamus) di 9 Kecamatan Pesisir yang sedang digalakkan oleh Pemda Tanggamus melalui Dinas Perikanan,”jelas Saleh Asnawi.
Lanjutnya, kegiatan ini juga merupakan tahap awal yang sangat penting dalam pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih, pelaksanaan MC 0 menandai dimulainya pekerjaan fisik, memastikan bahwa kondisi awal di lapangan telah disepakati bersama antara seluruh pihak terkait. Serah terima lahan menunjukkan kesiapan lokasi pembangunan, sedangkan ground breaking menjadi simbol dimulainya proses pembangunan secara resmi.
Program Kampung Nelayan Merah Putih merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan, menata kawasan permukiman nelayan yang layak, sehat, dan produktif, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir secara berkelanjutan.
” Melalui program ini, kita tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun harapan, kemandirian, dan masa depan masyarakat nelayan. Saya berharap, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Pekon Tegineneng ini dapat menjadi contoh kawasan nelayan yang tertata, memiliki sarana dan prasarana pendukung yang memadai, serta mampu meningkatkan kualitas hidup dan pendapatan masyarakat nelayan,”Ungkapnya lagi.
Kemudian, ia pun mengingatkan kepada seluruh pihak yang terlibat, baik pelaksana kegiatan, pengawas, maupun perangkat daerah terkait, agar melaksanakan pekerjaan sesuai dengan ketentuan, tepat waktu, tepat mutu, dan tepat sasaran.
” Jaga transparansi, akuntabilitas, serta utamakan keselamatan kerja. Kepada masyarakat khususnya Kecamatan Limau saya mengajak untuk ikut berperan aktif menjaga kondusivitas, mendukung pelaksanaan pembangunan, dan memelihara hasil pembangunan nantinya,”pungkas Bupati Tanggamus. (Rdi)














