Pasar Talangpadang jadi Langganan Banjir, Jubir Jalan Lurus Agus Munada Mengaku Prihatin 

TANGGAMUS – Pasar Talang Padang, Kabupaten Tanggamus, dilanda banjir akibat tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Tanggamus, pada Sabtu Sore, 2 November 2024.

Banjir ini membuat keresahan para pedagang dan warga setempat, yang harus menghadapi aliran air yang melintas deras di kawasan pasar.

Kondisi ini bukan pertama kalinya terjadi di Pasar Talang Padang. Warga setempat mengungkapkan bahwa hujan lebat kerap menyebabkan genangan air yang meluap hingga mengganggu aktivitas perdagangan dan warga sekitar.

Salah satu pedagang di pasar tersebut mengeluhkan kondisi ini sebagai “air numpang lewat” yang menjadi keresahan utama mereka.

Banjir yang melanda pasar menyebabkan banyak pedagang harus menghentikan aktivitas jual beli lebih awal, dan beberapa kios terpaksa tutup untuk menghindari kerusakan barang dagangan.

Warga berharap ada upaya serius dari pihak terkait untuk mengatasi masalah drainase di wilayah ini guna mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.

“Kami harap pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah perbaikan infrastruktur saluran air agar dapat mengurangi risiko banjir. Penanganan serius terhadap masalah drainase ini dianggap penting guna menjaga kenyamanan dan kelancaran aktivitas ekonomi di Pasar Talang Padang,” kata pedagang setempat.

Sementara itu, Juru Bicara Tim Pemenangan Calon Bupati-Wakil Bupati Tanggamus nomor urut 2, Agus Munada mengatakan, banjir di Pasar Talangpadang menjadi sebuah rutinitas manakala hujan deras datang dan untuk yang kesekian kalinya terjadi banjir secara berulang. 

“Sejak dulu Pasar Talangpadang lebih kondusif ketika hujan deras, namun saat ini kondisinya menjadi membuat kita waswas saat hujan deras datang,” kata Agus.

Ia sebagai Putra asli Talangpadang yang berdomisili di sekitar wilayah tersebut mengaku prihatin dengan kondisi ini.

“Demikian juga dengan Bapak H. Moh. Saleh Asnawi-Agus Suranto yang notabene-nya adalah Putra asli Tanggamus punya persepsi keprihatinan yang sama. Gambaran kondisi ini sudah disampaikan oleh Bapak H. Moh. Saleh Asnawi dengan gagasan dan konsepnya untuk mengatasi ini,” ungkapnya. (uji)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *