Terjang Jalur Laut, Dinkes Tanggamus Tinjau Pembangunan Pustu Kaur Gading dan Evaluasi Puskesmas Martanda

SABURAILAMPUNG – Jajaran Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tanggamus menempuh perjalanan panjang melalui jalur darat dan laut demi memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan optimal di wilayah terpencil. Dalam kunjungan kerja ke Kecamatan Pematang Sawa, rombongan meninjau langsung titik nol pembangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) di Pekon Kaur Gading sekaligus mengevaluasi pelayanan di UPTD Puskesmas Martanda. Jumat, 16/10/2026.

Rombongan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus, Herry Novrizal, didampingi Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes) Yekti Mulyani, Kepala Bidang Perencanaan, serta jajaran terkait lainnya.

Subuh Bergerak, Seberangi Lautan dengan Perahu Fiber

Perjalanan dinas ini dimulai sejak subuh dari Kota Agung sekitar pukul 05.00 WIB. Setelah menempuh jalur darat dan tiba di Pekon Way Nipah pukul 06.30 WIB, rombongan bersiap melanjutkan perjalanan menggunakan perahu fiber melalui jalur laut sekitar pukul 07.30 WIB. Akses geografis yang menantang ini menjadi potret nyata perjuangan dalam menghadirkan pelayanan kesehatan di kawasan pesisir dan terpencil Tanggamus.
Sebelum bertolak ke Puskesmas Martanda, Herry Novrizal dan rombongan menyempatkan diri singgah di Pekon Kaur Gading. Di sana, mereka meninjau titik nol proyek rehabilitasi total atau pembangunan Pustu Kaur Gading.

Pihak kontraktor di lokasi juga sudah mulai mematangkan kesiapan tenaga kerja, peralatan, hingga material agar sarana fisik ini segera terbangun demi memperkuat layanan kesehatan masyarakat setempat.

Hadirkan Dokter Spesialis dan USG Gratis untuk Bumil

Setibanya di UPTD Puskesmas Martanda, rombongan langsung mengevaluasi jalannya pelayanan serta berdiskusi mengenai kebutuhan tenaga medis, sarana penunjang, hingga dukungan operasional.

Kepala UPTD Puskesmas Martanda, Diana, menjelaskan bahwa pihaknya terus memperkuat layanan melalui program Pelayanan Kesehatan Bergerak di daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan (DTPK). Program ini berkolaborasi langsung dengan dokter spesialis guna menjangkau masyarakat yang membutuhkan pemeriksaan lebih dalam.

“Melalui kegiatan ini, kami menghadirkan dokter spesialis, termasuk dokter spesialis kandungan. Pelayanan pemeriksaan, termasuk USG, kami berikan secara gratis kepada masyarakat,” kata Diana.

Diana menambahkan, ibu hamil merupakan kelompok rentan yang wajib mendapatkan perhatian khusus. Pemeriksaan dini dan edukasi berkala diharapkan mampu mendeteksi risiko tinggi kehamilan sejak awal, sekaligus mendukung program nasional penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).

Tantangan Geografis: Puskesmas Induk Hanya DIgawangi 5 Petugas

Usai peninjauan, Kepala Dinkes Tanggamus Herry Novrizal mengakui bahwa wilayah Martanda memiliki tantangan geografis yang cukup berat. Kecamatan Pematang Sawa sendiri terbagi dalam dua wilayah pelayanan utama, yakni Way Nipah dan Martanda.

“Kita datang ke Martanda untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan baik meski dengan jumlah petugas yang minimal. Kami juga memetakan apa saja kebutuhan prioritas untuk pembangunan kesehatan di tahun-tahun anggaran berikutnya,” jelas Herry.

Saat ini, Puskesmas Martanda sebetulnya sudah berstatus rawat inap dan memiliki dokter. Namun, operasional dokter tersebut masih menunggu proses penerbitan Surat Izin Praktik (SIP).

Dari sisi sumber daya manusia (SDM), terdapat total 21 tenaga kesehatan (nakes) yang tersebar di tujuh pekon, termasuk di antaranya tujuh bidan desa. Kendalanya, jumlah nakes yang bertugas di puskesmas induk hanya berjumlah lima orang. Kondisi ini memaksa para bidan desa ikut memegang tugas administratif dan program puskesmas di samping tanggung jawab pokok mereka di pekon.

“Pelayanan sudah berjalan tetapi memang masih butuh banyak peningkatan. Masyarakat yang dilayani cukup banyak, sementara aksesnya sulit dan jarak geografisnya berjauhan,” tutur Herry.

Usulkan Ambulans Laut dan Kendaraan Operasional

Dari hasil evaluasi langsung di lapangan, Dinkes Tanggamus mencatat sejumlah kebutuhan mendesak untuk menunjang mobilitas dan pelayanan di wilayah Martanda, antara lain:

  • Kendaraan roda dua untuk mobilitas petugas di medan sulit.
  • Gadget/Tablet guna mempercepat dan mendukung penginputan data kesehatan digital.
  • Ambulans laut untuk mempermudah proses rujukan pasien darurat antarpulau/pesisir.

Herry menegaskan bahwa seluruh kebutuhan tersebut akan diperjuangkan dan dikoordinasikan lebih lanjut melalui advokasi kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) serta DPRD Kabupaten Tanggamus, dengan tetap mempertimbangkan kemampuan anggaran daerah dan biaya operasional jangka panjang.

Kunjungan kerja yang menantang ombak dan jalur darat ini diharapkan mematangkan perencanaan strategis Dinkes Tanggamus dalam meratakan fasilitas kesehatan yang berkeadilan hingga ke pelosok pesisir.(Rudi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *