Bencana Longsor di Tangkit Serdang Jadi Sorotan Dewan, BPBD Diminta Segera Tangani

TANGGAMUS – Longsor yang terjadi di jalan menuju Pekon Tangkit Serdang perbatasan pekon Banjar Agung Ilir, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus, Lampung, Senin malam, (18/8/2025) jadi sorotan dewan.

Anggota DPRD Kabupaten Tanggamus Fraksi PKB dari Dapil V, Mujibul Umam SE.MIP meminta kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Tanggamus untuk segera melakukan penanganan bencana.

Hal itu disampaikan Mujibul Umam saat meninjau kondisi longsor pada Selasa pagi (19/8/2025). 

Menurutnya, longsor terjadi di titik yang sama setiap diguyur hujan deras.

“Informasi saya terima dari warga. Setelah cek lokasi, kondisinya memang sama seperti sebelumnya,” kata Mujib.

Ia mengaku sudah berkoordinasi dengan Kepala Pelaksana BPBD Tanggamus agar segera melakukan peninjauan. Tim BPBD, kata dia, telah melakukan asesmen awal untuk menentukan langkah darurat.

Namun, menurut Mujibul Umam , penanganan harus menyentuh akar persoalan. “Solusi jangka panjangnya adalah pembangunan drainase di kanan-kiri jalan yang mengarah ke sungai. Longsor terjadi karena rembesan air sawah dan hujan yang tidak tertata. Kalau tidak ada drainase, longsor akan berulang,” ujarnya.

Mujibul Umam akan memperjuangkan agar proyek perbaikan masuk dalam program anggaran 2025. “Kalau dana daerah tidak cukup, akan kita dorong supaya jadi prioritas tahun depan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Pekon Tangkit Serdang, Zakaria mengatakan, bencana ini bukan hal baru. Hampir setiap tahun longsor terjadi di titik yang sama. Namun, meski laporan sudah berulang kali disampaikan ke BPBD Tanggamus, hingga kini belum ada penanganan serius.

“Sudah dua tahun lalu saya laporkan ke BPBD. Sampai sekarang tidak ada tindak lanjut,” kata Zakaria, Selasa, 19 Agustus 2025.

Menurutnya, meski lokasi longsor berada di wilayah Banjar Agung Ilir, dampaknya justru langsung dirasakan masyarakat Tangkit Serdang. 

Jalan tersebut merupakan satu-satunya akses utama menuju jalan kabupaten yang dipakai warga untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, dan kebutuhan sehari-hari.

“Kami tidak bisa menangani sendiri karena kendala administrasi , Warga hanya bisa buang tanah yang menutup jalan setiap kali longsor. Itu pun berisiko,” ujarnya.

kakon Zakaria menegaskan, kondisi longsor semakin mengkhawatirkan. “Jangan tunggu ada musibah dulu baru ditangani,” ucapnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *