KOTAAGUNG – Museum Kekhatuan Semaka yang terletak di Pekon Sanggi Unggak, Kecamatan Bandar Negeri Semuong, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung, memperingati hari jadinya yang ke-XI pada Rabu (30/4/2025).
Acara berlangsung di pelataran Museum Kekhatuan Semaka.
Acara ini dihadiri langsung oleh Sultan Banten ke-XVIII, Ratu Bagus Hendra Bambang Wisanggeni Surya Atmaja.

Dalam sambutannya, beliau mengatakan bahwa Lampung dan Banten bersaudara dan saling memiliki ikatan.
“Lampung dan Banten itu bersaudara, kita saling mempunyai ikatan. Jasanya orang Lampung, kata Raja Banten saat itu, berhasil menyembuhkan penyakit salah satu keluarga Sultan Banten,” ungkap Ratu Bagus.
“Karena sudah berjasa, lalu diberilah lahan tanah untuk tinggal di Banten, yakni di daerah Cikoneng. Makanya, di Cikoneng banyak orang Lampung. Simbolnya adalah sebuah keris milik Sultan Banten. Sarungnya yang terbuat dari emas diserahkan kepada Lampung, sedangkan kerisnya yang juga terbuat dari emas dipegang oleh Sultan Banten, dengan harapan suatu saat nanti akan bersatu kembali,” ungkapnya.

Ia pun menambahkan bahwa kedatangannya ke Lampung terasa seperti pulang ke kampung sendiri.
Tidak lupa, ia juga berpesan kepada generasi muda agar menjaga ukhuwah Islamiyah ini agar tidak terputus. Menurutnya, Museum Kekhatuan Semaka telah memberikan contoh kepada kita semua untuk terus melahirkan budaya dan sejarah.

Selain dihadiri oleh Sultan Banten, acara ini juga dihadiri oleh Saibatin Paksi Pak Semaka dan para Saibatin dari 14 Bandakh di Kabupaten Tanggamus, serta perwakilan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Tanggamus, yakni Asissten I Belly Palupi, serta pejabat dari Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Tanggamus dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tanggamus.
Acara dimulai dengan arak-arakan menggunakan perangkat adat Saibatin, yakni Jazuli dan Alam Gemesekh, dilanjutkan dengan penampilan Tari Igol Kekhatuan Semaka, kunjungan melihat koleksi Museum Kekhatuan Semaka, dan diakhiri dengan acara pangan atau makan bersama. (*)








