Dorong Pertanian Berkelanjutan, Pemkab Tanggamus Latih Ratusan Petani Buat Pupuk Hayati Cair Mandiri

TANGGAMUS – Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DKPTPH) Kabupaten Tanggamus menggelar sosialisasi dan pelatihan pembuatan Pupuk Hayati Cair (PHC). Agenda ini berlangsung di Aula TP-PKK Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanggamus pada Selasa (3/11/2026).

Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari (3–4 November 2026) ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati Tanggamus, Agus Suranto. Turut mendampingi dalam pembukaan tersebut Plt. Asisten II Maradona dan Kepala DKPTPH Tanggamus Alkat Alamsyah.

Hadir pula sejumlah tokoh pertanian daerah, di antaranya Ketua HKTI Tanggamus Irsi Jaya, Kabid Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Dinas Perkebunan Heri Mahbi, Ketua Maporina Tanggamus Yoyok Sulistyo, Ketua KTNA Mahmud, Ketua Tani Merdeka Indonesia Israludin, Ketua Perhiptani Imam Masuda, serta para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).

Pelatihan pada hari pertama ini diikuti oleh 100 peserta yang merupakan perwakilan dari 10 Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). Mereka berasal dari 10 kecamatan, yaitu Gisting, Gunung Alip, Airnaningan, Bandar Negeri Semuong, Bulok, Cukuh Balak, Kota Agung, Kota Agung Barat, Kota Agung Timur, dan Talang Padang.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Tanggamus Agus Suranto memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya pelatihan ini karena dinilai berdampak langsung pada kesejahteraan petani. Ia menegaskan agar kegiatan ini tidak berhenti sebagai agenda seremonial belaka.

“Saya berharap pelatihan ini bukan sekadar teori di atas kertas, melainkan harus dipraktikkan langsung dan memberi dampak nyata bagi produktivitas petani,” ujar Agus.

Ia mendorong agar para petani di Tanggamus mulai melepaskan ketergantungan pada pupuk kimia bersubsidi maupun produk pabrikan. Menurutnya, petani harus mampu mandiri dengan memanfaatkan potensi alam dan limbah lokal di sekitar mereka untuk diolah menjadi pupuk yang bernilai guna.

Lebih lanjut, Agus menjelaskan bahwa sektor pertanian adalah pilar utama perekonomian di Kabupaten Tanggamus. Untuk menjaga produktivitas lahan jangka panjang, praktik pertanian ramah lingkungan menjadi kunci utama mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan.

“Penggunaan Pupuk Hayati Cair menjadi salah satu solusi strategis untuk memperbaiki kesuburan tanah, mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, sekaligus menekan biaya produksi para petani,” tambahnya.

Di akhir arahan, ia menegaskan komitmen Pemkab Tanggamus untuk selalu mendukung penuh sektor pertanian melalui penyuluhan dan fasilitasi sarana prasarana.

Senada dengan hal tersebut, Kepala DKPTPH Tanggamus, Alkat Alamsyah, mengungkapkan bahwa fluktuasi harga pupuk kimia dan penurunan kualitas tanah akibat bahan anorganik menjadi tantangan besar saat ini. Oleh karena itu, peralihan atau kombinasi menuju pertanian organik merupakan sebuah keharusan.

“Pupuk hayati tidak hanya menyediakan nutrisi bagi tanaman, tetapi juga mengembalikan mikroorganisme baik ke dalam tanah. Kemampuan memproduksi pupuk secara mandiri ini otomatis akan menekan biaya produksi petani secara signifikan,” kata Alkat.

Alkat memaparkan bahwa pelatihan ini ditargetkan menyasar total 200 peserta selama dua hari pelaksanaan (100 peserta per hari). Ia berharap para peserta yang hadir dapat menjadi agen perubahan yang menularkan ilmu pembuatan PHC ini kepada kelompok tani lainnya di wilayah masing-masing.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap terjalin sinergi yang makin kuat antara pemerintah, penyuluh, dan petani demi mewujudkan kemandirian pupuk dan ketahanan pangan di Kabupaten Tanggamus,” pungkasnya.(Rudi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *