Gelar Konkerkab, PGRI Tanggamus Akan Perjuangkan Kesejahteraan Guru

SABURAILAMPUNG— Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Tanggamus menggelar Konferensi Kerja ke 2, yang bertempat di aula serumpun padi, Kecamatan Gisting. Sabtu (7/2/2026)

Dalam laporannya ketua PGRI Tanggamus, Hari Purnomo, mengatakan dasar pelaksanaan kegiatan tersebut sesuai dengan AD/ART PGRI, yang bertujuan untuk membahas dan menyusun rencana kerja PGRI selama satu tahun kedepan.

“Selain daripada itu, dalam forum ini turut menyusun rencana anggaran pendapatan belanja organisasi (RAPBO), dan tidak kalah pentingnya akan mendiskusikan dan menyimpulkan isu isu yang akan diperjuangkan oleh PGRI”,

Diantaranya isu isu tersebut, Hari bilang PGRI akan memperjuangkan kesejahteraan guru P3K Paruh waktu dan keterlambatan pembayaran tunjangan profesi guru (TPG) sertifikasi bagi guru honorer.

Sebagai bentuk upaya yang dilakukan, Hari bilang sudah menyurati Ketua DPRD Tanggamus untuk melakukan audiensi guna membahas honor guru P3K PW.

“Untuk itu mohon kiranya dapat mengikuti Konkerkab ini dengan sebaik-baiknya”,.

Sementara itu, Sekretaris Umum PGRI Lampung, Sakijo S.pd. M.M, mengatakan PGRI terus memperjuangkan peningkatan kesejahteraan guru, yang mana saat ini PGRI tengah mengajukan revisi terhadap sistem pendidikan Nasional (Sisdiknas), mengajukan undang-undang perlindungan guru dan membentuk Badan Guru Nasional.

Dia berpesan dalam Konkerkab, cukup berfokus pada rencana kerja satu tahun kedepan dan r membahas tentang rencana anggaran belanja organisasi (RAPBO).

“Membuat perencanaan tidak usah muluk muluk, cukup yang real dan bisa diukur. Disesuaikan dengan kondisi keuangan yang ada, jangan melebihi anggaran nanti nombok”, .

“Pengurus PGRI harus hadir ketika ada persoalan yang dialami anggota, minimal memberikan dukungan moral terhadap apa yang terjadi bagi kawan kawan kita”,

Hadir dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Umum PGRI Lampung Sakijo, Ketua PGRI Tanggamus Hari Purnomo, beserta 20 kepengurusan cabang dan 4 kepengurusan cabang khusus dengan jumlah peserta 118 orang. (Rudi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *