SABURAI LAMPUNG — Forum Ekonomi Kreatif dan Bazar Ekonomi Kreatif Kabupaten Tanggamus resmi dikukuhkan langsung oleh Wakil Bupati Tanggamus Agus Suranto, bertempat di Taman Kota Ir. Soekarno Kota Agung. Jum’at, 17/07/2026.
Pembentukan Forum Ekonomi Kreatif Kabupaten Tanggamus merupakan langkah strategis Pemerintah Kabupaten Tanggamus melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk mewadahi para pelaku usaha dari 17 subsektor ekonomi kreatif.
Acara ini dihadiri Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Tanggamus Marhasan Samba, S.I.P., kepala BPKAD Afrida Susanti, Kepala Lapas IIB Kota Agung Ruh Harijadi, Kapolsek Kota Agung Feriyantoni, wakil ketua I TP-PKK Tanggamus Yeni Verawati, Ketua Ekraf Tanggamus Azuwansyah,SE.MM.
Turut hadir juga Wakil Komandan Batalyon (Wadanyon) Yonif TP 945/PPC Kapten Inf Dimas, Kodim 0424 yang diwakili oleh Lettu inf Masirun, Kabid Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Lampung Didi Prayitno, Camat Kota Agung Adi Putra, Camat Kota Agung Barat Zulyadi, Lurah Baros Nanak Supriyadi, Kabid Pengembangan Ekonomi Kreatif Rohalyana, Lurah Pasar Madang, perwakilan OPD, serta jajaran pengurus Forum Ekonomi Kreatif Kabupaten Tanggamus.
Dalam sambutannya Bupati Tanggamus yang diwakili oleh Wakil Bupati Tanggamus Agus Suranto mengatakan,
ekonomi kreatif saat ini menjadi salah satu sektor strategis yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, membuka lapangan kerja, meningkatkan daya saing produk lokal, serta memperkuat identitas budaya dan kearifan lokal.
Kabupaten Tanggamus memiliki potensi yang sangat besar di berbagai subsektor ekonomi kreatif, mulai dari Kuliner, Kriya, Fashion, Seni pertunjukan, Fotografi, Desain, hingga Konten digital, yang kesemuanya itu telah di aktualisasikan dalam beragam produk-produk usaha UMKM lokal, sektor ekonomi kreatif memberikan kontribusi sangat signifikan dalam menunjang dan memajukan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
” Dengan Ekonomi kreatif, kita bisa meningkatkan nilai tambah produk melalui inovasi, desain, dan pemasaran digital. Berdasarkan data dari Dinas Koperindag dan UMKM, bahwa terdapat lebih 27.000 UMKM di Tanggamus dari berbagai sektor bidang usaha. Mengingat besarnya potensi UMKM tersebut, tugas kita bersama, khususnya Forum Ekonomi Kreatif, untuk memajukan ekonomi kreatif di wilayah Tanggamus dengan melakukan Kolaborasi Pentahelix, yaitu sinergi dan kolaborasi antara akademisi, pelaku bisnis, pemerintah, media, dan komunitas agar ekosistem produk serta pemasaran ekonomi kreatif berjalan optimal,”ujar Wabup.
Selain itu, semua harus dapat menggali dan dioptimalkan potensi sumberdaya alam, dengan Inovasi dan produk ekonomi kreatif, di antaranya Kawasan Laut Teluk Semaka yang indah dan memiliki garis pantai sepanjang 202 km. Ini dapat dikelola untuk turisme dan kepariwisataan.
Tanggamus juga memiliki kawasan Bendungan Batu Tegi yang luas dan indah, kawasan wisata unggulan Teluk Kiluan yang sudah populer di dunia, dengan atraksi lumba-lumba, produksi perkebunan seperti Kopi dan Kakao sangat besar di Tanggamus, kemudian buah durian sangat terkenal dan cukup melimpah, serta ekonomi kreatif bisa masuk dengan inovasi produk olahan durian misal sentra makanan-minuman olahan Durian khas Tanggamus.
Dalam laporannya Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Marhasan Samba, mengharapkan seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama mendorong kelanjutan Ekraf di kabupaten Tanggamus, langkah strategis ini diambil sebagai wadah resmi untuk menyatukan dan mengembangkan seluruh potensi dari 17 subsektor ekonomi kreatif yang ada di wilayah Kabupaten Tanggamus.
Kemudian untuk menyatukan para pelaku usaha dari seluruh subsektor seperti kuliner, karya seni pertunjukan, fashion, hingga aplikasi digital agar tidak berjalan sendiri-sendiri, mendorong pengelolaan destinasi wisata dan produk turunan berbasis masyarakat agar memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat.
” Dengan menyatukan seluruh elemen ini ke dalam satu ekosistem, Disparekraf Tanggamus optimistis komoditas lokal dapat saling menopang dan tumbuh lebih cepat, pola ini diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi langsung dalam meningkatkan kesejahteraan warga, membuka lapangan kerja baru, dan menjaga keberlanjutan pariwisata Tanggamus secara jangka panjang, sesuai dengan program Bupati Tanggamus,”jelasnya.
Sementara itu Ketua forum ekonomi kreatif Azuwansyah menegaskan, bahwa amanah yang diberikan untuk memimpin wadah ini merupakan sebuah tantangan besar yang harus dijalani dengan sebaik-baiknya oleh seluruh jajaran pengurus forum, komitmen tersebut disampaikan dalam rangka menyatukan gerak bersama demi memajukan iklim usaha kreatif di daerah.
“Melalui kombinasi hiburan dan bazar ini, Forum Ekraf Tanggamus optimistis perputaran ekonomi lokal akan bergerak lebih cepat sekaligus menjadi sarana promosi yang efektif bagi produk turunan berbasis masyarakat,”Pungkasnya. (Rudi)








