Pedagang Keluhkan Pasokan, MinyaKita di Pasar Kotaagung Tembus 22 Ribu

SABURAILAMPUNG— Harga minyak goreng di Pasar Kota Agung, Kecamatan Kota agung, Kabupaten Tanggamus, terus merangkak naik pasca-Lebaran 2026. Saat ini, harga di tingkat pedagang eceran telah menyentuh angka Rp 21.000 -22.000 per kilogram.

Harga tersebut, jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.700 per liter yang ditetapkan oleh Pemerintah Kenaikan dipicu mahalnya harga dari distributor/produsen, tingginya permintaan, dan pasokan yang tidak merata, bahkan Langka. Senin, (13/04).

Salah satu pedagang Irsandi mengungkapkan, bahwa harga minyaKita dan Minyak curah telah merangkak naik sebelum lebaran idul Fitri, selain itu khususnya MinyaKita susah di dapatkan, selama ini ia membeli per 1 dus mencapai harga 238 ribu lebih dari distributor.

” Modalnya saja sudah mencapai hampir 20 ribu perliter, kami beli dari distributor harganya sudah tinggi,”jelasnya.

Di tingkat pengecer, beban pedagang semakin bertambah. Suprapto, seorang pedagang di Pasar Kotaagung, menyebutkan bahwa dirinya terpaksa menjual minyaKita seharga Rp 21.000-22.000 per kilogram untuk menjaga margin keuntungan.

Selain modal minyak yang naik, ia pun mengeluhkan lonjakan harga plastik pembungkus yang mencapai 100 persen.

Melonjaknya harga minyak goreng berdampak langsung pada daya beli masyarakat dan usaha pedagang kaki lima.

Kadis Koperindag Tanggamus Retno Noviana Damayanti, ketika dihubungi, belum mengetahui adanya hal ini.

” Nanti kami minta bantuan satlak untuk cek ke lapangan. (Rudi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *