Bupati Tanggamus Tinjau SDN 3 Kedaloman, Puskesmas Talang Padang dan SPPG Pariaman

SABURAILAMPUNG — Bupati Tanggamus, Drs. H. Moh. Saleh Asnawi, M.A., M.H., melakukan peninjauan langsung ke sejumlah lokasi penting di Kecamatan Gunung Alip menyusul adanya insiden dugaan keracunan makanan yang menimpa siswa SDN 3 Kedaloman pada Rabu (28/10/2026).

Lokasi yang dikunjungi meliputi SDN 3 Kedaloman, Puskesmas Talang Padang, dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pariaman. Langkah ini diambil untuk memastikan penanganan medis berjalan optimal sekaligus mengevaluasi total sistem keamanan pangan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Evaluasi Penanganan dan Keamanan Pangan

Dalam kunjungan pertamanya di SDN 3 Kedaloman, Bupati berdialog langsung dengan para siswa dan pihak sekolah untuk menyerap kronologi kejadian. Setelah itu, ia bergegas menuju Puskesmas Talang Padang guna memantau pelayanan kesehatan serta meminta laporan mendalam mengenai kondisi para siswa yang sempat mengalami gangguan kesehatan.

Peninjauan kemudian berlanjut ke SPPG Pariaman. Di lokasi ini, Bupati memeriksa rantai pasok makanan mulai dari proses pengolahan, pengemasan, penyimpanan, hingga sistem distribusinya. Ia menegaskan kualitas makanan anak sekolah tidak boleh dikompromikan.

“Anak-anak sekolah ini merupakan masa depan kita. Karena itu, keamanan dan kualitas makanan yang diberikan harus benar-benar diperhatikan. Jika ditemukan masalah, perlu dilakukan pemeriksaan dan evaluasi total agar penyebabnya diketahui dan kejadian serupa tidak terulang,” tegas Bupati Saleh Asnawi.

Ia juga menginstruksikan seluruh personel di SPPG untuk memahami secara detail tugas dan tanggung jawab mereka dalam menjaga standar higienitas.

Selain fokus pada makanan, Bupati Tanggamus juga memberikan perhatian serius pada pengelolaan limbah dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di lingkungan SPPG Pariaman. Ia meminta pengelola memastikan operasional pembuangan tidak mencemari sumber mata air warga setempat.

“Jangan sampai limbah ini menyebabkan air di masyarakat berubah warna, berbau, atau turun kualitasnya sehingga tidak bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Ia pun memerintahkan Kepala Puskesmas untuk memperketat pengawasan kesehatan lingkungan dan berkoordinasi aktif dengan instansi vertikal jika terindikasi ada pencemaran.

Kunjungan kerja ini didampingi oleh jajaran pejabat daerah, di antaranya Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Arvin, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Viktor Libradi, Kepala Dinas Kesehatan Herry Novrizal, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Hendra Wijaya Mega, serta Kepala Dinas dari Lingkungan Hidup Kemas Amin Yusfi, Kadis Perikanan Darma Setiawan, Kepala dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Alkat Alamsyah.

Turut hadir di lokasi Ketua Satgas SPPG Kabupaten Tanggamus Suaidi, Camat Gunung Alip Derius Putrawan, Kepala Puskesmas Gunung Alip Febrina Nurhayati, dan Kabag Protokol Setdakab Tanggamus Hendra Ferry.

Pemeriksaan laboratorium dan investigasi lanjutan saat ini tengah berjalan untuk memberikan kejelasan mengenai penyebab pasti gangguan kesehatan para siswa, sekaligus menjadi bahan rujukan perbaikan program MBG di Kabupaten Tanggamus ke depannya.(Rudi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *